diet untuk PCOS

PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome adalah penyakit reproduktif yang menyebabkan wanita sulit hamil dan mengalami gangguan metabolisme. Namun, sebenarnya dengan bantuan diet yang tepat, keluhan dan efek samping dari PCOS bisa dikendalikan. Bersumber dari deherba.com, berikut sejumlah tips untuk PCOS.

Memahami Penyakit PCOS

Penyakit PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome merupakan kondisi yang berkembang pada wanita karena efek hiperandrogen. Androgen sendiri adalah hormon kewanitaan namun memiliki efek maskulinitas. Akibatnya sejumlah prosedur alami bersifat feminine akan mengalami gangguan.

Wanita dengan PCOS akan mengalami gangguan dalam memproduksi ovum atau sel telur. Sehingga alih alih menghasilkan ovum yang sehat, ovarium justru membentuk kista kista bertumpuk dalam ovarium.

Penderita PCOS biasanya juga menunjukan masalah kesehatan kulit seperti jerawat dan kerusakan jaringan kulit ringan. Muncul bulu pada kaki dan tangan dalan jumlah lebih banyak dari wanita pada umumnya. Biasanya juga terjadi masalah metabolisme akibat androgen sendiri berkaitan erat dengan masalah produksi insulin dan efek resistensi insulin.

Memahami Apa  Itu Diet Untuk PCOS

Ada kaitan kuat antara insulin dan androgen. Bahwa kelebihan insulin memicu produksi androgen dan kelebihan androgen memicu resistensi insulin. Ini dapat berkaitan dengan metabolisme tubuh hingga prediabetes.

Jadi, dari gambaran ini dapat disimpulkan bahwa dengan pola makan yang tepat PCOS dapat dikendalikan. Lalu diet macam apa yang tepat untuk PCOS? Berikut sejumlah panduannya.

Kendalikan asupan gula

Masalah asupan makanan manis menjadi perhatian khusus di sini, karena asupan makanan manis akan meningkatkan produksi insulin. Karena itu penting untuk mengendalikan konsumsi gula dan produk produk makanan mengandung gula tinggi.

Tidak hanya gula, karena karbohidrat oleh tubuh nantinya akan diubah menjadi glukosa darah. Konsumsi karbohidrat kompleks, ini akan memperlambat proses cerna dan kandungan serat di dalamnya menahan sebagian unsur pati dalam makanan sehingga tidak semuanya terseram tubuh.

American Journal of Clinical Nutrition tahun 2010 menunjukan  95% penderita PCOS berhasil mengatur kembali siklus menstruasi mereka setelah menurunkan indeks glikemik.

Konsumsi lemak tidak jenuh

Pada kasus PCOS, lemak bisa menciptakan masalah karena sebagian jenis lemak mengandung kolesterol yang mungkin mendorong kondisi pasien semakin buruk. Selain sebagian lemak justru dapat mendorong peradangan.

Namun lemak tidak jenuh yang termasuk dalam golongan asam lemak akan memberi efek anti inflamasi. Juga membantu metabolisme tubuh membaik. Hal tersebut dijelaskan dalam Journal of Diabetes and Metabolism Syndrome tahun 2017.

Mengonsumsi asupan protein

Dalam laporan The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism tahun 2003 dijelaskan bahwa pasien PCOS yang telah menerapkan diet tinggi protein dengan peningkatan asupan protein 30% menunjukan penurunan level hormon androgen.

Selain itu menambahkan protein dalam asupan harian akan membantu memberi efek kenyang lebih baik sementara kita akan membatasi asupan karbohidrat dalam pola makan harian.

Lebihkan konsumsi unsur nabati

Pasien PCOS juga disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak unsur nabati seperti sayur, buah dan rempah rempah dalam pola diet untuk PCOS yang mereka jalankan. Karena dalam bahan makanan ini terdapat unsur vitamin, mineral dan fitokimia yang baik untuk membantu mengatasi PCOS.

Menurut International Journal of Health Sciences vitamin berperan besar dalam sistem endokrin. Sedang sejumlah unsur mineral bekerja pada metabolisme tubuh. sejumlah fitokimia dalam rempah terbukti dapat membantu mengatasi resistensi insulin dan mengendalikan produksi androgen.

Sejumlah rempah yang baik sebagai diet untuk PCOS adalah kayu manis, kunyit, oregano dan ketumbar. Sedang sayuran dan buah disarankan yang memiliki yang kaya warna dan tekstur.

Menjadi lebih aktif

Tidak sedikit kasus PCOS sebenarnya berkaitan dengan kebiasaan sehari hari pasien yang kurang aktif. Karena sebenarnya menjadi lebih aktif akan membantu pasien mengatasi resistensi insulin secara alami. Juga mendorong memperbaiki metabolisme tubuh dengan lebih baik.

Menjadi aktif juga membantu memperbaiki sirkulasi darah yang akan penting untuk penderita PCOS. Ini terbukti akan bekerja efektif membantu meringankan hiperandrogen dalam jangka panjang.

By Nurul K