Apa itu Jenkins X ?

Dengan begitu banyak orang dan organisasi yang mengandalkan TI untuk menjalankan bisnis, menangani tugas sehari-hari, dan mencari hiburan, ada kebutuhan yang lebih besar untuk aplikasi dan perangkat lunak baru. Oleh karena itu, pengembang berusaha membuat program untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengembangan perangkat lunak.

Perlu anda ketahui bahwa DevOps adalah sebuah proses yang menggabungkan pengembangan perangkat lunak dan operasi teknologi informasi (TI). Jika pengembang menggunakan alat yang tepat, itu akan bekerja lebih baik. Di sinilah Jenkins X dibutuhkan.

Pada artikel ini, kita akan membahas apa itu Jenkins X, kelebihan dan kekurangannya, serta aplikasinya.

 

Apa itu Jenkins X ?

Jenkins X adalah solusi open source yang secara otomatis menyediakan continuous integration dan continuous delivery (CI/CD), dan berfungsi sebagai alat pengujian otomatis untuk aplikasi cloud-native di Kubernetes.

Jenkins X mendukung semua platform cloud, seperti AWS, Google Cloud Platform, IBM Cloud, Microsoft Azure, Red Hat OpenShift, dan Pivotal. Jenkins X adalah sub-proyek Jenkins yang menggunakan otomatisasi sebagai praktik terbaik dan alat DevOps untuk meningkatkan kecepatan pengembangan dan menyempurnakan proses CI/CD secara keseluruhan.

Dengan Jenkins X, pengguna tidak perlu menghabiskan terlalu banyak usaha dan waktu untuk mengonfigurasi ekosistem yang kompleks. Jenkins X melakukan sebagian besar pekerjaannya dengan totalitas.

Jenkins X memberikan dukungan lengkap untuk pengiriman berkelanjutan dan pengelolaan produk di lingkungan pratinjau, produksi, dan pementasan.

Singkatnya, Jenkins X adalah alat DevOps yang dapat membantu pengguna mengurangi kekhawatiran tentang konfigurasi infrastruktur yang mendasarinya, seperti instalasi dan konfigurasi, dan akan memiliki lebih banyak waktu untuk pengembangan aktual dan mempercepat alur kerja CI/CD.

 

Kelebihan Jenkins X

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan anda beberapa kelebihan dari tools yang bernama Jenkins X. Yuk kita simak!

 

1. Mudah Disetup

Jenkins X memiliki paket build yang dapat menangani berbagai proyek, secara otomatis menginstal dan memutakhirkan alat eksternal, dan mengembangkan hanya dengan satu baris perintah jx.

 

2. Mempromosikan Environment Baru Melalui GitOps

Jenkins X memungkinkan pengguna untuk menggunakan namespace Kubernetes untuk membuat lingkungan virtual yang berbeda, yang dapat didedikasikan untuk pengembangan, produksi, staging, dll. Setiap domain diberi konfigurasi khusus, dan daftar aplikasi dan konfigurasi disimpan di repositori Git.

 

3. Recovery Cepat

GitOps menghasilkan satu sumber yang benar untuk semua versi untuk setiap permintaan. Satu-satunya sumber tepercaya ini memungkinkan pengembang untuk menemukan konteks yang benar dan informasi yang dapat dilacak, dan memungkinkan pengembang untuk mengatasi kerusakan dan gangguan lebih cepat.

4. Isolasi

Setiap tim pengembangan menjalankan instance Jenkins X-nya sendiri dalam cluster terpisah atau cluster bersama. Jika tim memilih untuk berbagi cluster, mereka dapat berbagi sumber daya, dan setiap tim memiliki namespace, konfigurasi, proses, dan salurannya sendiri.

 

5. Kecepatan

Jenkins X memiliki perintah kuat yang dapat menyederhanakan sebagian besar tugas menjadi baris sederhana.

 

6. Rilis Lebih Cepat

Melalui perintah “jx create devpod”, setiap pengembang mendapatkan kotak pasirnya sendiri di kluster Jenkins X. Karena Pod devbuild sama dengan Pod yang digunakan dalam pipeline produksi, Anda dapat memastikan bahwa kode yang berfungsi dapat diprediksi.

 

Kekurangan Jenkins X

Tentu saja, setiap alat memiliki kekurangan, termasuk Jenkins X. Berikut ini adalah beberapa kekurangan dari Jenkins X, yaitu:

Terbatas untuk Kubernetes. Penerapan Jenkins X yang sedang berlangsung adalah untuk namespace Kubernetes.

Memerlukan akses ke tingkat administrator cluster Kubernetes. Jenkins X memerlukan hak akses administrator cluster untuk menentukan dan mengelola resource Kubernetes.

Jenkins X terbatas pada proyek Git. Jenkins X mengasumsikan bahwa semua pengembang ingin menggunakan Kubernetes untuk menerapkan dan menjalankan perangkat lunak mereka, dan menggunakan Git untuk kode sumber dan lingkungan definisi mereka. Selain itu, fitur tanpa server Jenkins saat ini hanya tersedia di GitHub.

 

Aplikasi Jenkins X

Seiring DevOps menjadi semakin populer, semakin banyak perusahaan akan mencari cara untuk menghadirkan perangkat lunak bebas kesalahan. Jenkins X memberi pengembang cara yang sederhana dan andal untuk memenuhi kebutuhan DevOps saat ini. Berikut ini adalah beberapa aplikasi Jenkins X yang populer, yaitu:

 

1. Container Ecosystem

Beberapa jenis kontainer yang berada di host yang sama dapat menyebarkan layanan mikro yang dibangun menggunakan teknologi dan kerangka kerja yang berbeda. Aplikasi ini memungkinkan pengembang untuk bebas menggunakan teknologi apa pun yang ingin mereka gunakan.

 

2. Container Orchestration

Kubernetes menjadi semakin populer di dunia TI saat ini. Misalnya, banyak penyedia cloud populer seperti AWS, Azure, GCP, dan Oracle Cloud telah mengumumkan integrasi Kubernetes ke dalam platform cloud mereka. Jenkins X meningkatkan orkestrasi container dan menyederhanakan operasi.

 

3. Microservices

Layanan mikro didefinisikan sebagai layanan independen yang lebih kecil dan berbutir halus, yang banyak digunakan di pasar DevOps saat ini. Jenkins X bekerja dengan baik di lingkungan ini.